Rihlah Penuh Kehangatan, QLC Ibu-ibu Pererat Ukhuwah di Rahayu River Tubing
Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 2 weeks ago
Rapat Pleno DPD Hidayatullah Kebumen Matangkan Agenda Pelantikan DPC, Rakerda, dan Tarhib Ramadhan
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 2 weeks ago
Pemuda di Persimpangan Zaman: Meneguhkan Tauhid, Menghidupkan Peran, Menjawab Krisis
Artikel Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 3 weeks ago
Musyawarah Gabungan DPD Hidayatullah Kebumen dan Purworejo Teguhkan Semangat Dakwah dan Kepemimpinan
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler- Est 2 min
- 0 Views
- 2 months ago
Top 10 News
MUSCAGAB Hidayatullah se-Kabupaten Kebumen Berlangsung Khidmat dan Penuh Ghirah Dakwah
Rihlah Penuh Kehangatan, QLC Ibu-ibu Pererat Ukhuwah di Rahayu River Tubing
Rapat Pleno DPD Hidayatullah Kebumen Matangkan Agenda Pelantikan DPC, Rakerda, dan Tarhib Ramadhan
Pemuda di Persimpangan Zaman: Meneguhkan Tauhid, Menghidupkan Peran, Menjawab Krisis
Musyawarah Gabungan DPD Hidayatullah Kebumen dan Purworejo Teguhkan Semangat Dakwah dan Kepemimpinan
Kegiatan
Artikel
Ustadz-Ustadzah Berdaya, Sekolah Integral Jaya
Artikel Terkini Terpopuler Trending- Est 5 min
- 0 Views
- 9 hours ago
MUSCAGAB Hidayatullah se-Kabupaten Kebumen Berlangsung Khidmat dan Penuh Ghirah Dakwah
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 1 min
- 0 Views
- 1 week ago
Rihlah Penuh Kehangatan, QLC Ibu-ibu Pererat Ukhuwah di Rahayu River Tubing
Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 2 weeks ago
Rapat Pleno DPD Hidayatullah Kebumen Matangkan Agenda Pelantikan DPC, Rakerda, dan Tarhib Ramadhan
Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 2 min
- 0 Views
- 2 weeks ago
Pemuda di Persimpangan Zaman: Meneguhkan Tauhid, Menghidupkan Peran, Menjawab Krisis
Artikel Berita Kegiatan Terkini Terpopuler Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 3 weeks ago
Mengajar dengan Hati: Ikhtiar Ustadz (Guru) Menjaga Semangat dan Mengusir Kebosanan
Artikel Terkini Terpopuler Trending Uncategorized- Est 4 min
- 0 Views
- 4 weeks ago
Mengapa Organisasi Tidak Boleh Menoleransi “Brilliant Jerks”
Artikel Berita Terkini Terpopuler Trending- Est 3 min
- 0 Views
- 4 weeks ago
Venezuela, Greenland, dan Wajah Asli Imperialisme Modern: Peringatan Keras bagi Dunia Islam
Artikel Berita Terpopuler Trending- Est 4 min
- 0 Views
- 4 weeks ago
Rajab dan Sya‘ban: Dua Bulan Mulia Penyiap Jiwa Menuju Ramadhan
Artikel Terkini Trending- Est 3 min
- 0 Views
- 1 month ago
Terkini
Posts
Ustadz-Ustadzah Berdaya, Sekolah Integral Jaya
Dalam tradisi Islam, guru bukan sekadar pengajar ilmu, melainkan murabbi yang membentuk akhlak, iman, dan peradaban Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat, serta penghuni langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya dan ikan di laut, mendoakan (bershalawat) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menegaskan betapa agung, betapa mulia, betapa luar biasa peran ustadz dan ustadzah dalam kehidupan umat, sebagai cahaya penerang jalan kebenaran. Kemuliaan peran itu tidak boleh berhenti pada penghormatan semata, melainkan harus diiringi dengan ikhtiar nyata pemberdayaan. Sekolah integral sebagai lembaga pendidikan Islam wajib memastikan ustadz-ustadzah berdaya secara ruhiyah, akademik, sosial, dan ekonomi, sehingga mereka mampu berdiri tegak, menginspirasi generasi, menebar manfaat, dan membangun peradaban Islam yang unggul, berwibawa, penuh keberkahan.
Pemberdayaan guru adalah fondasi pembangunan peradaban bangsa. Tanpa guru yang kuat, bangsa akan rapuh; dengan guru yang berdaya, bangsa akan jaya. Lembaga Pendidikan Islam punya tanggung jawab untuk menguatkan dan memuliakan para guru, agar mereka terus menjadi pilar kokoh umat, mercusuar harapan bangsa, sekaligus penggerak utama pembangunan peradaban yang bermartabat.
Optimalisasi Potensi Ustadz-Ustadzah
Allah berfirman:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9).
Ayat ini menegaskan keutamaan ilmu dan orang yang mengajarkannya. Maka, ikhtiar pemberdayaan ustadz-ustadzah harus mencakup:
• Tarbiyah ruhiyah: menjaga kekuatan iman, tauhid, dan ibadah agar menjadi teladan.
• Pengembangan kompetensi: pelatihan pedagogik, teknologi pendidikan, dan manajemen kelas.
• Kaderisasi ilmu: mendorong mereka menulis, meneliti, dan berbagi ilmu.
• Pemanfaatan teknologi Islami: penggunaan media digital untuk dakwah dan pembelajaran dengan adab yang benar, sehingga guru mampu menebarkan ilmu secara luas tanpa kehilangan ruh keislaman. Sebagaimana dicatat oleh Nurnaningsih Bacaka dalam Guru dalam Perspektif Islam: “Guru dalam Islam bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga pembimbing spiritual yang bertugas menanamkan nilai-nilai ilahiyah.”[^1
Kebijakan dan Sistem Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan integral harus menegakkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan ustadz-ustadzah. Prinsip syura (musyawarah) sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Asy-Syura: 38 menjadi dasar manajemen. Dengan melibatkan ustadz-ustadzah dalam pengambilan keputusan, mereka merasa memiliki lembaga.
Selain itu, sistem penghargaan dan kesejahteraan harus ditegakkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah).
Hadis ini menegaskan pentingnya keadilan dalam memberikan hak finansial. Lingkungan kerja islami juga harus dibangun, dengan budaya ukhuwah, saling menasihati dalam kebaikan, dan menjauhi perselisihan.
Dalam kajian yang dilakukan oleh IAIN Kediri disebutkan: “Kebijakan lembaga pendidikan Islam yang berpihak pada guru akan melahirkan loyalitas, semangat dakwah, dan keberlanjutan pendidikan yang berkualitas.”[^2]
Potensi Ekonomi yang Dioptimalkan
Sekolah integral dapat mengembangkan potensi ekonomi berbasis syariah. Misalnya:
• Pengelolaan kantin/jajan siswa dengan prinsip halal, thayyib, dan sehat.
• Unit usaha sekolah seperti koperasi syariah, percetakan buku Islami, atau produk kreatif siswa.
• Kemitraan dengan masyarakat melalui usaha bersama berbasis syariah.
Dengan demikian, ustadz-ustadzah tidak hanya berdaya secara akademik, tetapi juga memiliki dukungan ekonomi yang menopang keberlangsungan dakwah.
Kajian Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo menekankan: “Guru yang sejahtera secara ekonomi akan lebih fokus pada tugas mendidik, karena tidak terbebani oleh masalah finansial.”[^3]
Penguatan Visi Dakwah
Sekolah integral tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi pusat dakwah dan pembinaan umat. Visi dakwah harus ditegaskan agar setiap aktivitas pendidikan berorientasi pada pembentukan generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen pada perjuangan Islam.
Dengan visi dakwah yang kuat, ustadz-ustadzah akan merasa bahwa tugas mereka bukan hanya profesi, melainkan bagian dari jihad pendidikan. Hal ini akan menumbuhkan semangat pengabdian yang ikhlas, serta menjadikan sekolah sebagai mercusuar peradaban Islam.
Kemandirian Lembaga
Kemandirian lembaga pendidikan adalah syarat agar sekolah integral tidak bergantung pada pihak luar. Sistem ekonomi internal yang kuat perlu dibangun melalui usaha-usaha berbasis syariah, pengelolaan aset produktif, dan pengembangan jaringan kemitraan Islami.
Dengan kemandirian, sekolah mampu menjaga independensi visi dakwah, memastikan kesejahteraan ustadz-ustadzah, serta menghindari intervensi yang dapat melemahkan ruh perjuangan Islam. Kemandirian juga menjadikan lembaga lebih berwibawa dan berkelanjutan dalam menjalankan misi pendidikan.
Pemberdayaan ustadz-ustadzah adalah amanah besar. Mereka adalah pewaris para nabi, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud).
Dengan penguatan ruhiyah, kebijakan yang adil, dukungan ekonomi berbasis syariah, visi dakwah yang jelas, serta kemandirian lembaga, ustadz-ustadzah akan berdaya sebagai pendidik, teladan akhlak, dan penggerak masyarakat. Ikhtiar ini bukan sekadar strategi manajemen, melainkan bagian dari dakwah dan jihad pendidikan. Jika sekolah integral mampu memberdayakan ustadz-ustadzah, maka ia akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap membangun peradaban Islam.
Referensi
[^1]: Bacaka, N. (2021). Guru dalam Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 45–56.
[^2]: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. (2020). Peran Ustadz dan Ustadzah dalam Pendidikan Islam. Kediri: IAIN Kediri Press.
[^3]: Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri. (2019). Guru sebagai Pembimbing Spiritual dalam Pendidikan Islam. Kediri: UIT Lirboyo.
Penulis
KH. Akhmad Yunus, M.Pd.I Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Yayasan Al Iman Kebumen. Mengelola Daycare dan RA Yaa Bunayya, SDIT Al Madinah, SMP Integral Hidayatullah, Kebumen
MUSCAGAB Hidayatullah se-Kabupaten Kebumen Berlangsung Khidmat dan Penuh Ghirah Dakwah
Kebumen — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Musyawarah Cabang Gabungan (MUSCAGAB) se-Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Masjid Darul Iman, Kampus SMP Integral Hidayatullah Kebumen.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 45 kader DPD Hidayatullah Kebumen yang berasal dari berbagai kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Kebumen. MUSCAGAB menjadi momentum strategis dalam mengokohkan konsolidasi organisasi serta menyatukan langkah dakwah di tingkat cabang.
Mengusung tema semangat dakwah dan penguatan tauhid dalam berkhidmat untuk umat, MUSCAGAB menegaskan kembali komitmen Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam musyawarah tersebut, dilakukan pelantikan tujuh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Hidayatullah Kebumen, yaitu:
- DPC Kebumen
- DPC Pejagoan
- DPC Buluspesantren
- DPC Gombong
- DPC Klirong
- DPC Adimulyo
- DPC Alian

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran dakwah dan pelayanan umat di masing-masing wilayah cabang, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keikhlasan, profesionalisme, dan sinergi.
Secara keseluruhan, rangkaian acara MUSCAGAB berlangsung khidmat, tertib, dan penuh ghirah, mencerminkan semangat para kader dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah serta membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin di Kabupaten Kebumen.
Rihlah Penuh Kehangatan, QLC Ibu-ibu Pererat Ukhuwah di Rahayu River Tubing
Kebumen — Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan rihlah yang diselenggarakan oleh QLC (Al-Qur’an Learning Center) Ibu-ibu pada Jum’at, 16 Januari 2026. Bertempat di Rahayu River Tubing, kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menguatkan jalinan ukhuwah yang telah terbangun dari majelis Al-Qur’an.
Rihlah ini diikuti dengan antusias oleh para jamaah ibu-ibu QLC. Menariknya, kebersamaan semakin terasa karena beberapa peserta turut mengajak putra dan putri tercinta, menjadikan acara tidak hanya sebagai rekreasi, tetapi juga ruang kebersamaan keluarga yang sarat nilai.

Kegiatan diawali dengan kebersamaan sederhana, saling sapa dan canda yang mencairkan suasana. Al-Qur’an yang selama ini menjadi titik temu di majelis, kembali menjadi ruh yang mengikat kebersamaan—mengalir seiring derasnya sungai, menguatkan rasa persaudaraan di antara para peserta.
Rahayu River Tubing menjadi saksi keceriaan para ibu yang menikmati petualangan air dengan penuh semangat. Tawa, sorak, dan wajah bahagia menghiasi setiap arus yang dilalui. Nuansa alam yang asri berpadu dengan kehangatan ukhuwah, menghadirkan pengalaman yang tak sekadar seru, tetapi juga menenangkan jiwa.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa rihlah ini terasa istimewa karena bukan sekadar jalan-jalan, melainkan ruang untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat hati, dan menguatkan ikatan yang telah tumbuh melalui interaksi bersama Al-Qur’an.
Kegiatan rihlah QLC Ibu-ibu ini menjadi bukti bahwa majelis Al-Qur’an tidak hanya melahirkan semangat belajar, tetapi juga menumbuhkan ukhuwah yang hidup, hangat, dan menyenangkan. Sebuah perjalanan yang mengingatkan bahwa kebersamaan dalam kebaikan akan selalu menemukan jalannya—di ruang belajar, maupun di aliran sungai yang penuh cerita.

